Jumat, 30 September 2016

Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Pasir Silika

Pasir silika adalah batu kuarsa yang struktunya runtuh menjadi granul kecil-kecil akibat erosi dan abrasi air & angin setelah waktu yang panjang. Pasir silika yang dijual digunakan sebagai proppant dalam bidang pemulihan minyak dan gas alam. Pasir silika ini juga digunakan oleh berbagai bidang industri untuk membuat keperluan sehari-hari seperti kaca, material konstruksi, produk perawatan diri, atau elektronik.

Pasir industrial adalah istilah yang biasa disematkan pada pasir silika yang memiliki tingkat kemurnian sangat tinggi dan diseragam-seragamkan ukurannya. Produk pasir silika ini lebih presisi dibandingkan semen biasa ataupun gravel aspal.

Batu Kuarsa
Silika (SiO2) adalah rumus kimia yang diberikan pada grup mineral yang terdiri hanya dari silikon dan oksigen. Di alam, pasir silika ditemukan umumnya dalam bentuk kristalin. Ada juga yang ditemukan dalam bentuk amorf akibat kondisi iklim atau fosilisasi plankton. Deposito pasir silika biasanya berada di tambang permukaan, meskipun ada juga yang di dalam tanah.

Untuk aplikasi industri dan manufaktur, minimal kemurnian silika mencapai 95%. Sifat silika adalah keras dan inert secara kimiawi. Silika juga memiliki titik lebur yang tinggi hingga 1.600 Celcius, sangat tinggi, dimana titik lebur ini lebih tinggi dari titik lebur kebanyakan logam seperti besi, emas, tembaga, dan perak.

Pasir silika digunakan juga dalam pembuatan kaca standar dan khusus. Pasir silika adalah komponen yang esensial dalam formulasi kaca, dan kemurnian kimianya adalah kunci utama dalam menentukan warna kaca yang dihasilkan. Pasir industri digunakan dalam memproduksi kaca datar untuk penggunaan gedung dan bangunan, toples makanan dan tempat minuman, serta peralatan makan. Pasir silika juga digunakan dalam produksi fiberglas, seperti tabung reaksi, lampu floresen, televisi, dan monitor komputer CRT.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Penjelasan Pasir Silika/Kwarsa